Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Google




Google




Jawa Barat Kabupaten Cirebon

Walau Lumpuh Tetap Berkarya Untuk Keluarga

ToyaCirebonOnline.com

Kab. Cirebon Lemahabang – Sejak usia belum genap 2 tahun, Diding Sarifudin  terjangkit penyakit folio. Sekarang Diding Sarifudin (38 Tahun) warga desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, harus mengalmi kelumpuhan terhadap kedua kakinya.  Namun hal tersebut, tidak menghalangi Suami dari Nurani ( 39 Tahun ) yang sama-sama menderita kelumpuhan, untuk terus berkarya dan tidak mengandalkan belas kasih dari orang lain.

Didin Safrudin, telah dikaruniai dua Orang Anak laki-laki dan perempuan, Dirinya memiliki berbagai kemampuan yang sangat luar biasa, selain mampu melakukan pekerjaan sebagai Tenaga  Service Elektornik, kegiatan lainnya sebagai penghantar Anak Sekolah maupun Warga yang akan berbelanja dipasar, dengan menggunakan kendaraan roda tiga milik pribadinya (Bajai).

Hal tersebut dikatakan Mujib Ketua Forum Komunikasi difabel Kabupaten Cirebon, bahwa sosok Diding, merupakan salah seorang contoh Penderita Difabel yang mampu untuk menepis anggapan negative terhadap penderita difabel. “ Dia ( Diding ) mengalami kelumpuhan kedua kakinya, bahkan Istrinyapun ( Nuraini ) sama menderita kelumpuhan salah satu kakinya. Namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk terus bekerja dan berkarya layaknya Manusia yang diciptakan dalam kondisi normal, bahkan saat ini dirinya dipercaya menduduki jabatan sebagai Divisi Konseling.

“Diding begitu ulet dalam berkarya, sebab ada informasi,dia juga mampu memperbaiki  barang-barang elektronik, serta bisa menggali sumur. Sulit dipercaya memang, namun inilah kenyataannya “ ungkapnya.

Ditambahkan oleh Mujib, Diding pernah memperoleh bantuan dari Pemerintah pada tahun 2009 yaitu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Program Usaha Ekonomi Produktif ( UEP ) memberikan bantuan sebesar kurang lebih Rp. 4.000.000. Namun dari bantuan tersebut, diding mampu mengembangkan usahanya, bukan saja sebagai Tenaga Service Elektro, tetapi dirinyapun memiliki Warung dan Kendaraan roda tiga miliknya hasil dari kegigihannya dalam membangun kepercayaan dan terus bekerja layaknya Manusia pada umumnya.

“Kami berharap, contoh yang ada pada diri Diding, dapat memberikan motivasi kepada semua pihak, bahwa kaum difabel adalah bukan sosok yang perlu dikasihani, kami adalah sama seperti mereka, kami perlu kepercayaan dan tempat yang sejajar sama dengan manusia normal pada umumnya “ tegas Mujib. Namun yang sangat disayangkan saat ini Program UEP sudah tidak adalagi.  ( Toto M Said A9 )

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat