Turunkan Angka Kematian Ibu, Dinkes Gelar FGD

Cirebon Online

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Jawa Tengah, – Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator utama yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah. Tingginya AKI di Kabupaten Brebes menjadi perhatian serius dan menuntut kita untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam menemukan strategi yang efektif untuk menurunkannya.

“Upaya menurunkannya, tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya,” ujar Penjabat Bupati Brebes Iwanudin Iskandar SH MH saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya menurunkan kematian ibu tingkat Kabupaten Brebes di Aula Dinas Kesehatan Brebes, Kamis (4/7/2024).
.
Kata Iwan, diperlukan forum peduli kesehatan ibu diharapkan dapat menjadi platform efektif untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan AKI di Kabupaten Brebes. FGD ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan coffee morning bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu yang membahas permasalahan tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Brebes.
“Melalui diskusi ini, kita berupaya membentuk forum peduli kesehatan ibu yang akan berperan sebagai wadah kolaborasi antar-berbagai pihak untuk mengatasi masalah AKI,” ucap Iwan.

Lanjut Iwan, masalah kesehatan ibu di Kabupaten Brebes tidak bisa dipandang sebelah mata, berdasarkan data yang ada, masih banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan akses pelayanan kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih di daerah-daerah terpencil.

Melalui FGD, Iwan berharap peserta dapat menggali ide-ide dan strategi yang inovatif dan aplikatif untuk menurunkan AKI di Kabupaten Brebes. Peningkatan akses pelayanan kesehatan perlu dipastikan agar seluruh ibu hamil di Kabupaten Brebes memiliki akses yang mudah dan cepat ke pelayanan kesehatan. Ini bisa dilakukan dengan memperbanyak fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil, serta meningkatkan ketersediaan transportasi untuk ibu hamil yang membutuhkan perawatan segera.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty SKM MKes melaporkan, pada dua tahun terakhir yakni tahun 2022 terlapor 50 kasus, tahun 2023 ada 54 kasus. Sedangkan di 2024 sudah dilaporkan sampai bula Juli ada 36 kasus.

Dari angka tersebut, Brebes sebagai penyumbang AKI tertinggi di Jawa Tengah selama hampir sepuluh tahun. Penyebab langsung dari kematian ibu yang terbanyak adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi sekitar 38 persen, penyakit jantung dan gagal ginjal 38 persen dan karena pendarahan ada sekitar 29 persen.

Ineke menghimbau kepada Puskesmas yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama ini tentunya perlu penguatan untuk pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Puskesmas yang sudah mampu PONED harus sering dievaluasi dalam penanganan kegawat daruratan. Dan untuk Rumah Sakit sebagai Faskes rujukan PONED diharapkan mampu memberikan pelayanan secara konferhensif.

Hadir pada kegiatan ini para Kepala OPD, Ketua Baznas Kabupten Brebes, Direktur RSUD dan para Kepala Puskesmas di Kabupaten Brebes. (Agus A/ Wasdiun)

Spread the love