Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Logo

Google




Feed



Logo

Google




Feed



Berita Nasional Jawa Barat Kabupaten Cirebon

” Terdaftar 21 Ribu Polis Nelayan” Cirebon Power Memberikan Santunan Asuransi Kepada 156 Nelayan dan Ahli Warisnya

ToyaCirebonOnline.com

Kab.Cirebon – Sebanyak 156 nelayan dan ahli waris, sudah menerima santunan asuransi nelayan, yang diinisiasi oleh Cirebon Power dan Direktorat Polairud Polda Jabar. Jumlah tersebut, merupakan jumlah keseluruhan, selama program asuransi untuk nelayan ini dilaksanakan.

Community Development Manager Cirebon Power, Hafid Saptandito menuturkan, bahwa asuransi keselamatan untuk nelayan ini, sudah dilaksanakan sejak tahun 2011. Hingga tahun ini, sekitar 21 ribu polis asuransi telah diberikan untuk nelayan di Pesisir Cirebon.
“Jumlah nelayan yang sudah terdaftar sekitar 21 ribu secara kumulatif. Dari jumlah itu, kami telah menyerahkan santunan bagi 156 orang yang mengalami musibah,” ujar Hafid.

Program asuransi nelayan ini, diinisiasi oleh Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar, setelah mengamati kondisi keselamatan nelayan yang kurang mendapat perhatian pemerintah. Saat pertama kali menggagas program ini pada tahun 2011, asuransi diberikan pada 80 orang nelayan. Namun seiring waktu, bergulirnya program ini semakin mendapat apresiasi dan peminat, hingga akhirnya kini Cirebon Power dapat memfasilitasi 3.000 asuransi nelayan setiap tahunnya.
“Sejak tahun 2015, kita mendaftarkan 3.000 nelayan setiap tahunnya,” kata Hafid.

Sejak awal, asuransi ini bertujuan untuk  membantu meringankan beban nelayan dan keluarganya bila mengalami musibah saat menjalankan aktivitasnya. Karena sering kali keluarga nelayan yang berduka tidak memiliki bekal finansial apapun. Karena itu, Hafid meminta untuk tidak melihat jumlah nominal dari santunan polis asuransi ini, namun menerimanya sebagai bentuk apresiasi dan bantuan bagi para nelayan dan keluarganya.
“Mudah-mudahan bantuan ini membantu para nelayan,” kata Hafid.

Sementara itu perwakilan PT Jasa Raharja Cabang Cirebon, Rohimat, menuturkan bahwa santunan asuransi nelayan ini, dapat diberikan bukan hanya bila terjadi musibah saat bekerja melaut saja, namun juga bisa karena akibat lainnya. Santunan akan diberikan kepada peserta yang meninggal dunia karena kecelakaan atau sakit, serta luka-luka karena bekerja dilaut, atau saat aktivitas lainnya.
“Jadi, selama 24 jam beraktivitas, baik itu ketika melaut atau bukan, tetap dijamin asuransi,” ujar Rohimat.

Untuk peserta yang meninggal karena kecelakaan saat melaut, akan mendapatkan santunan sebesar Rp 10 juta. Sedangkan jika karena meninggal sakit, akan mendapatkan santunan sebesar Rp 1juta. Demikian juga bagi nelayan yang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan, maka akan diberikan santunan sebesar Rp 1juta.
“Baik itu luka-lukanya saat bekerja di laut atau di darat,” katanya.

Khodijah, warga Desa Mundu Pesisir Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, mengucapkan terima kasih atas perhatian Cirebon Power dan Polairud pada nelayan. Khodijah merupakan ahli waris dari Musa, yang meninggal karena sakit. Menurut Khodijah, ayahnya tersebut bekerja sebagai nelayan dan juga penjaring.
“Terima kasih kepada Cirebon Power dan Polairud atas adanya asuransi ini, karena ini sangat membantu kami,” ujar Khodijah.

Sementara itu, perwakilan dari pemerintah Desa Mundu Pesisir, Nuraeni mengatakan, bahwa seluruh nelayan yang ada di Desa Mundu Pesisir, hampir seluruhnya sudah terdaftar menjadi anggota asuransi nelayan. Pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya asuransi ini dan berharap untuk bisa lebih ditingkatkan. Namun Pemdes Mundu Pesisir juga sedang mendata nelayan kembali jumlah nelayan di desanya.
“Karena banyak nelayan yang tidak memiliki KTP atau masih dibawah umur, sehingga sekarang mau kita coba data lagi,” ujar Nunung. ****

Ratusan Ahli Waris Terima Santunan Asuransi Nelayan

Cirebon;  Mata Khodijah berkaca-kaca saat mengingat almarhum Musa, ayahnya. Musa adalah seorang nelayan dari Desa Mundu Pesisir Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Musa meninggal, setelah mengalami sakit selama tiga bulan namanya.

Menurut Khodijah, ayahnya dulu berprofesi sebagai nelayan yang mencari ikan dengan menggunakan perahu ke laut. Namun karena kondisi fisiknya, akhirnya Musa memilih untuk menjadi penjaring. Khodijah merupakan salah satu ahli waris yang mendapatkan santunan asuransi, dari program Asuransi Keselamatan Diri (AKD) untuk nelayan yang diinisiasi oleh Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar. Sejak dimulainya program ini pada tahun 2011, tercatat ada 156 ahli waris yang sudah mendapatkan santunan.
“Saya mengucapkan terima kasih sekali, karena santunan ini, sangat membantu kami,” ujar Khodijah.

Khodijah menerima secara langsung santunan tersebut dari PT Jasa Raharja, dengan didampingi perwakilan Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar.

Hal serupa juga disampaikan Nurtaka. Ahli waris dari almarhum Catim ini, menerima santunan  dikarenakan almarhum Catim meninggal karena sakit. Nurtaka mengucapkan terima kasih kepada Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar, yang peduli terhadap nelayan. Menurutnya, asuransi nelayan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Asuransi ini sangat membantu dan bermanfaat bagi nelayan,” ujar Nurtaka.

Perwakilan PT Jasa Raharja Cabang Cirebon, Rohimat, menuturkan bahwa santunan Asuransi Kecelakaan Diri (AKD) bagi nelayan ini  bukan hanya diberikan bagi ahli waris yang meninggal atau cidera karena kecelakaan saat melaut saja. Namun juga, bisa dikarenakan sakit atau penyebab lainnya. Santunan yang diterima oleh ahli waris dari Musa dan Catim, menunjukkan bahwa asuransi ini menjamin selama nelayan beraktivitas.
“Walaupun meninggalnya karena sakit, tetap dapat santunan, apalagi jika meninggal karena kecelakaan saat bekerja,” ujar Rohimat.

Rohimat menyebutkan, bahwa sejak bekerjasama pada tahun 2011 lalu, peserta program asuransi nelayan ini, sudah mencapai 21 ribu orang. Cakupan perlindungan asuransi ini tak hanya meliputi kematian yang disebabkan saat bekerja maupun saat sakit. Namun juga kepada peserta asuransi, cidera dan membutuhkan perawatan.
“Walaupun luka-lukanya karena aktivitas di rumah, tetap bisa mendapatkan asuransi,” ujarnya.

Sementara itu, Community Development Manager Cirebon Power, Hafid Saptandito menuturkan, bahwa kegiatan asuransi nelayan ini berawal dari keprihatinan setelah mengamati kondisi keselamatan nelayan yang kurang mendapat perhatian pemerintah. Saat pertama kali menggagas program ini pada tahun 2011, asuransi diberikan pada 80 orang nelayan. Namun seiring waktu, bergulirnya program ini semakin mendapat apresiasi dan peminat, hingga akhirnya kini Cirebon Power dapat memfasilitasi 3.000 asuransi nelayan setiap tahunnya.
“Sejak tahun 2015, kita mendaftarkan 3.000 nelayan setiap tahunnya,” kata Hafid.

Hafid pun berharap, agar masyarakat tidak melihat jumlah nominal dari santunan polis asuransi ini, namun menerimanya sebagai bentuk apresiasi dan bantuan bagi para nelayan dan keluarganya.
“Kami berharap, asuransi ini bisa membantu dan bermanfaat untuk para nelayan dan keluarganya” kata Hafid. ****

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat