Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Google




Google




Kabupaten Cirebon

Sutrisno dan Warga Nanggela Persoalkan keabsahan BPD

ToyaCirebonOnline.com,

Kab. Cirebon, Beber – Pemilihan Calon Kuwu yang telah selesai beberapa waktu yang lalu, ternyata masih meninggalkan berbagai persoalan. Salah satunya adalah adanya dugaan Legalitas BPD yang dipertanyakan oleh salah seorang Calonwu yang merasa Pilwu serentak di desa Nanggela, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon,  terkesan dipaksakan.

Hal ini disampaikan Sutrisno didampingi beberapa warga masyarakat setempat saat melurug kantor desa Nanggela, Senin, 25/11/2019. “ Kami saat ini menuntut adanya kepastian hukum terkait Legalitas dan keabsahan Pengurus Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Nanggela, terutama dalam segi Surat Keputusan, yang menurut hemat kami itu sudah tidak sesuai dengan ketentuan, oleh karenanya, saya bersama warga masyarakat dan simpatisan akan  memperoses hal tersebut kepada Instansi terkait, karena kami menduga adanya pemaksaan dalam Pilwu Tahun ini “ ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dudi salah seorang perwakilan warga, Ia mempersoalkan bukan saja keabsahan BPD, namun dirinya menyayangkan adanya perkataan yang disampaikan Ketua MUI Kecamatan Greged saat pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi SAW  “ Kami mempunyai Hak untuk mempersoalkan keabsahan BPD sesuai dengan bukti yang kami miliki, walaupun  untuk sementara kami akan mempelajari dan berdiskusi dengan  pihak terkait.” Katanya.

Oleh karena itu, lanjut Dudi, pihaknya menduga SK BPD tersebut bermasalah, selain itu, kami pun sangat menyayangkan adanya perkataan yang disampaikan Ketua PUI Kecamatan yang terkesan mengandung unsur sara, karena saat berpidato dalam acara maulid Nabi dan disaksikan oleh banyak orang, dirinya mengatakan, bahwa yang merusak desa Nanggela adalah orang dari pihak luar.sedangkan salah seorang Calonwu ini memang merupakan orang pendatang, bahkan sampai keluar ucapan kafir, ini kan jelas membuat suasana tidak nyaman, apalagi yang mengeluarkan perkataan tersebut  merupakan Orang yang mengerti Agama. Jelas Dudi.

Dengan adanya hal tersebut, kami menuntut kepada Ketua MUI untuk melakukan permohonan maaf, jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan memperosesnya melalui jalur hukum “ tegas Dudi.

Dan Mediapun meyayangkan, saat melakukan Konfirmasi terhadap penjabat Kuwu Desa Nanggela, Diding ( Melaui WA ) Penjabat yang dihubungi tersebut tidak memberikan respon dan tidak membalas wa Wartawan (Toto M Said/A9)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat