Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Logo

Google




Feed



Logo

Google




Feed



Kabupaten Cirebon

SMAN 1 Ciledug Melimpah Peminat di Saat PPKM Darurat

Cirebon Online

Kabupaten Cirebon – Diera tahun 80 an sekolah ini terkenal dengan sebutan SMA Pemda yang kini menjadi SMAN 1 Ciledug Kabupaten Cirebon. Sekolah yang terletak di jalur strategis antara jalan provinsi dari Kuningan menuju Brebes Jawa Tengah dengan bangunan cukup rapih dan sejuk.

Di saat sekolah lain mengalami anjlok dalam penerimaan peserta didik tahun ajaran 2021, salah satunya karena ekses dari situasi pademi covid-19 yang belum menunjukan keramahan bahkan di tambah adanya PPKM Darurat. hampir semua mengeluh dengan menurunnya jumlah siswa yang masuk di tahun ajaran 2021.

Tampil beda dengan SMAN 1 Ciledug, yang justru dari target 8 rombel dalam dua tahap penerimaan siswa malah melimpah hingga kita membuang hingga ratusan siswa yang tidak diterima. Jelas kepala SMAN 1 Ciledug Nina Ernawati.M.M.PD didampingi wakasek kurikulum Nurseha Mpd.

Lanjut Kepala Sekolah Nina Ernawati yang pernah memimpin di SMAN Pabedilan ini mengatakan, membeludaknya peminat yang masuk ke SMAN 1 Ciledug ini merupakan bentuk kepercayaan orang tua siswa kepada sekolah kami. tentunya semua ini hasil kerja tiem work baik PPDB yang bekerja secara maksimal hingga Alumni kita yang terus mensosialisasikannya baik langsung maupun lewat medsos secara masif.

“Bagi kami ini merupakan anugrah dari Allah.” ujar kepala SMAN 1 Ciledug Nina Ernawati ketika ditemui di kantornya. Kamis (15/072021).

Diapun menuturkan, Alhamdulillah program dan sekolahnya mendapat respons positif dari orang tua siswa di sekitar wilayah Ciledug dan sekitarnnya. “Sebetulnya kami berkeinginan hingga 12 rombel, tapi apa yang harus di kata keterbatas RKB yang kami miliki.” ungkap kepala sekolah yang selalu fokus dalam memimpin.

Oleh karena itu, kata Nina, pihaknya akan mengusulkan ke tingkat provinsi maupun pusat untuk menambah RKB semoga terealisasi. Ia juga memaparkan, dalam situasi PPKM Darurat sistem belajar siswa tetap belum ada tatap muka kita ikuti regulasi aturan baik dari kementrian maupun dinas provinsi Jawa Barat dengan sistim daring, bahkan guru pengajar kami sudah dapat sertifikasi.

“Saya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, agar dapat belajar tatap muka berkumpul kembali di sekolah secara normal.” Pungkasnya. (Adang Juhandi).

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat