Sikap PGRI Kota Cirebon “KLB PGRI Tidak Sah, Karena Tak Memenuhi Kuorum”

Cirebon Online

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kota Cirebon, – Menyikapi Kongres Luar Biasa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang di gelar tanggal 4-5 November di Kabupaten Gresik Jawa Timur, PGRI Kota Cirebon menyatakan sikap KLB PGRI tersebut tidak sah karena tidak memenuhi kuorum dan hanya diikuti tiga Provinsi dan beberapa Kabupaten dan Kota saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PGRI Kota Cirebon, Irawan Wahyono melalui Sekretaris PGRI, Eka Novianto saat ditemui di kantor PGRI setempat di Jalan KS. Tubun Kota Cirebon. Menurutnya, adanya KLB PGRI telah menimbulkan reaksi dari para pengurus di daerah yang tidak setuju dengan KLB tersebut.

” PGRI Kota Cirebon tetap solid mendukung kepemimpinan Prof.Dr. Unifah Rosyidi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia ” ungkap Eka Novianto, Jum’at (17/11/2023).

KLB itu, kata Eka, telah melangga KDRT PGRI karena tidak sesuai kuorum. Disamping itu, undangan untuk KLB pun dikeluarkan bukan oleh Ketua Umum tapi oleh Sekjen PGRI.

” PGRI Kota Cirebon menolak dan tidak mengakui Teguh sebagai Ketua Umum PGRI. Dan PGRI Kota Cirebon tetap mendukung Prof. DR. Unifah sebagai Ketua Umum PGRI” tegasnya.

Pihaknya sangat menyesalkan terjadinya KLB PGRI tersebut. Padahal, PB PGRI akan menggelar Musyawarah Nasional di Bulan Maret 2024 mendatang.

” Harusnya mereka bersabar, Musnas PB PGRI itu akan digelar Bulan Maret 2024 ” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PGRI Prof. DR. Unifah meminta seluruh anggota PGRI di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan mempercayakannya kepada aparat penegak hukum. (Robi)

Spread the love