Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Logo

Google




Feed



Logo

Google




Feed



Jawa Barat Kabupaten Cirebon

RSUD Waled Akan Terus Berinovasi “Memberikan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat”

CirebonOnline

Kab. Cirebon, – Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag telah melaunching Skrining/Pelayanan Talasemia dan Tuberkulosis Resisten Obat di RSUD Waled. Terobosan yang dilakukan RSUD Waled, sebagai sarana pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangat diapresiasi oleh Bupati Cirebon Drs H. Imron Rosyadi, M.Ag., di RSUD Waled, Kamis (23/6/2022).

Dikatakan Bupati Imron, perkembangan zaman dan teknologi membuat pemerintah sebagai pelayanan masyarakat harus ikut berkembang. Hal tersebut guna mengimbangi tuntutan kebutuhan warga yang ingin mendapatkan pelayanan, khususnya dibidang kesehatan.

“Saya menyambut baik dan senang dengan adanya pelayanan talasemia dan tuberkulosis resisten obat yang telah dibuka oleh RSUD Waled ini. Saya juga berterima kasih kepada Direktur RSUD Waled, yang telah berinovasi dalam setiap layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat,” ungkap bupati.

Sedangkan dalam sambutannya Direktur RSUD Waled dr. Mohammad Luthfi Sp.PD., KHOM, FINASIM., MMRS., menyampaikan bahwa Talasemia merupakan penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya anemia atau kekurangan darah. “Jawa Barat merupakan salah satu propinsi dengan jumlah penderita Talasemia yang tertinggi di Indonesia.” Ungkapnya.

dr. Luthfi juga menegaskan, Talasemia belum bisa disembuhkan namun dapat dicegah dengan cara skrining atau deteksi dini terhadap pembawa sifat Talasemia sehingga dapat dihindari pernikahan antar pembawa sifat tersebut yang menyebabkan keturunannya menderita Talasemia. “Pelayanan terhadap penderita yang didiagnosis Talasemia sendiri tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat transfusi darah yang terus menerus.” Terangnya.

Masih kata dr. Luthfi, penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. Saat ini ditemukan juga kasus tuberkulosis resisten obat atau yang tidak mempan pengobatan tuberkulosis biasa sehingga memerlukan pengobatan yang lebih khusus.

Dan, RSUD Waled memiliki kemampuan baik dalam SDM Dokter Spesialis Konsultan, maupun fasilitas diagnostik sehingga akan berperan serta dalam memutus angka kejadian Talasemia dan memutus rantai penularan tuberkulosis khususnya tuberkulosis yang resisten pengobatan. Sehingga angka kejadian Talasemia maupun tuberkulosis resisten obat di kabupaten cirebon khususnya dan di Jawa Barat pada umumnya dapat diturunkan. Pungkasnya. (Toto M Said).

Spread the love

LEAVE A RESPONSE