Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Jawa Barat Kabupaten Cirebon

Pemuda GP Ansor Kabupaten Cirebon Siap Hadapi Tantangan Tingkatan kaderisasi NU dan NKRI

ToyaCirebonOnline.com

Kab. Cirebon – Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cirebon Jawa Barat ke depan tantangan semakin berat. Demi peningkatan kaderisasi menjadi salah satu jawaban untuk memperkuat lembaga dalam menghadapi tantangan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Cirebon, H.M Ustad Ujang Busthomi, dalam sambutannya Dirosah Ula di kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cirebon tahun 2020. Kegiatan kaderisasi itu diikuti 150 peserta bertempat di Padepokan Anti Galau di desa Sinarrancang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Jumat (10/1/2020).

“Tantangan kita ke depan semakin berat. Maka, kaderisasi harus terus ditingkatkan untuk memperkuat kelembagaan,” katanya.

Tak hanya itu, dia mengingatkan tugas besar lainnya Ansor, yakni menghidupkan kembali kepengurusan Ansor di tingkat ranting dan anak ranting terutama rebut kembali Mushollah dan Masjid agar di penuhi dengan Dzikir dan bersholamat para Nahdhiyin. Oleh karena itu, dia mengajak semua pengurus untuk bergerak bersama dalam mewujudkan tugas tersebut.

“Kadernisasi ini penting dilakukan karena memiliki dua tanggung jawab. Pertama, pengurus dituntut siap melanjutkan perjuangan para kiai. Kedua, Kabupaten Cirebon merupakan Kota Wali yang perlu memperindah dengan akhlak karimah dan kemajuan,” Jelas Ustad Ujang.
 
Sementara itu, HM. Nuruzaman mengatakan, sinergi GP Ansor Kabupaten Cirebon dengan Pemda harus terus dibangun agar pembangunan di kota itu terus berjalan.

“Pemerintah juga harus siap di kritisi apabila tidak sesuai aturan dan Undang – undang yang berlaku. Sebab GP Ansor  siap membantu pembangunan demi kemashlakatan masyarakat dan kemajuan umat di Cirebon dan sekitarnya,” Tandas Nuruzaman.

Disi lain Gus Yaqut ketua umum GP Ansor, mengajak para pengurus Ansor Cirebon, untuk bersama-sama dalam membantu menghidupkan Kebersamaan Ansor dengan pesantren dan Masjid agar terus dijaga. Ansor harus tetap berjuang untuk mengembalikan Masjid bergema Dzikir dan Sholawat kyai dan ustad Nahdatul Ulama (NU).” terangnya.

Gus Yaqutpun mengatakan, tantangan NU ke depan dalam kehidupan berbangsan dan bernegara akan semakin berat. Oleh karenanya, dia meminta semua komponen masyarakat, khususnya warga NU harus siap menghadapinya.

“Tantangan yang paling berat dan efeknya sangat terasa ialah dinamika di dalam ajaran dan aliran yang masuk Indonesia. Kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengantisipasi efek negatif yang akan menjelma di tengah masyarakat sekitar kita warga NU.” Tegasya. (Toto M Said)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat