Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Logo

Google




Feed



Logo

Google




Feed



Kabupaten Cirebon

Pemdes Ciledug Kulon Meringankan Beban Warga Dengan “SK Penangguhan Kredit Cicilan”

Cirebon Online

Kab. Cirebon – Pemerintah Desa Ciledug Kulon, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, ditengah Pandemi Covid-19 dan diberlakukannya PPKM Darurat berlanjut. Mengeluarkan kebijakan kepada semua pihak koperasi perbankan dan jasa. Terutama kredit bagi warganya yang dililit utang dimasa Pandemi Covid-19 serta diberlakukannya PPKM Darurat.

“Kami telan membuat surat edaran kepada semua koperasi, perbankan ataupun bentuk jasa lainnya. Untuk menangguhkan kredit cicilan sementara waktu sampai ekonomi masyarakat normal kembali bagi warganya,” kata Kuwu Wawan Hermawan Kuwu desa Ciledug Kulon kepada media di ruang kerjanya. Selasa, (27/07/2021).

Lebih dari itu, ia menjelaskan, pihak Pemdes mengeluarkan surat untuk kebijakan dan penangguhan kepada semua Koperasi, Perbankan, Jasa penagihan, Leashing atau Depkolektor agar menangguhkan kredit berupa cicilan kepada masyarakat, akibat dampak Pandemi Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang melanda negeri ini.

”Sesuai kesepakatan bersama dengan muspika Kecamatan Ciledug, berbagai bentuk koperasi, Perbankan Jasa penagihan dan leashing, di mohon untuk menangguhkan kredit cicilan kepada warganya.” Tandasnya.

Kuwu Wawanpun menegaskan, ini perlu ada penyikapan dan kebijakan bersama, agar masyarakat tidak terlalu jadi beban “ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga juga”. Maka dari itu Pemdes Ciledug Kulon, langsung mengadakan rapat dengan muspika untuk membuat kebijakan dan permohonan kepada pihak koperasi, perbankan dan lainnya. Untuk meringankan beban derita masyarakat yang mempunyai kredit atau cicilan, agar di tangguhkan sementara karena dampak dari Pandemi Covid-19 dan imbas dari ekonomi warga di berlakukannya PPKM Darurat di wilayah Kecamatan Ciledug.

Lanjut Wawan, menambahkan, pihaknya bersama sama pemdes dan lembaga terkait lainnya, merasa prihatin kepada para pedagang, yang tidak melakukan aktivitas untuk kebutuhan sehari-hari dalam menafkahi keluarganya. “Semua pedagang dan masyarakat terpuruk, mereka meratap dan menangis dengan kondisi seperti ini. Sudah dilanda virus corona ditambah lagi dengan penerapan PPKM Darurat.” Terangnya.

Sedangkan salah satu pedagang warga Ciledug Dadang (53) menuturkan, semua pedagang tidak bisa mencari nafkah untuk makan seperti biasanya. Saya hanya bisa pasrah, walaupun anak istri selalu marah, tetapi apa yang harus di lakukan?. sebab virus corona masih ada ditambah PPKM Darurat, komplit sudah penderitaan rakyat.

“Kami masyarakat butuh sandang, papan dan pangan untuk biaya kehidupan sehari-hari terutama bayar utang, baik itu cicilan pinjaman untuk usaha, kredit motor, biaya anak sekolah dan lainnya.” Ucapnya. (Toto M Said).

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat