Normalisasi Sungai Ciberes Alhasil “Tak Ada Banjir Langganan di Waled”

Cirebon Online

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kab. Cirebon, – Pemerintah Kabupaten Cirebon, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dan juga Karya Bhakti TNI. Telah merealisasikan normalisasi Sungai Ciberes sebagai upaya penanggulangan banjir tahunan di kawasan Waled, Kabupaten Cirebon.

Dan, warga desa dari dua desa Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, yaitu Desa Gunungsari dan Mekarsari yang terbiasa
menjadi wilayah langganan banjir setiap tahun, kini mulai bernafas lega.

Hal ini dampak sangat positif dari normalisasi sungai Ciberes. Alhasil tidak adanya lagi banjir di musim penghujan saat ini. Kata Kuwu Mohammad Ghojin desa Mekarsari kepada media. Minggu (27/11/2022).

Lanjut Kuwu Ghojin, kini sungai besar di Ciberes secara berangsur-angsur tak lagi menjadi ancaman bagi warga Kecamatan Waled. Ada sejumlah titik langganan banjir, seperti desa Mekarsari, Gunungsari, Ambit dan Ciuyah tak lagi terancam luapan air sungai karena sudah dilakukan normalisasi.

“Normalisasi Sungai Ciberes memberikan dampak positif. Air limpahan dari Kuningan dan sekitarnya tak lagi menyebabkan banjir di desa Mekarsari dan Gunungsari, kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Hal senada dikatakan Sekdes Gunungsari Aris, beberapa bulan yang lalu dilakukan normalisasi sungai Cisanggarung di wilayah kecamatan Waled. Namun Alhamdulillah, sampai hujan hari ini dan kemarin desa Gunungsari belum mengalami banjir.

Biasanya, lanjut Sekdes Aris, dengan kondisi seperti itu, ketinggian air di sungai Ciberes air melimpah dan merendam rumah warga dua desa.

“Normalisasi sungai Ciberes membuat daya tampung air menjadi hampir tiga kali lipat dari sebelumnya. Sehingga wilayah yang berangsur terbebas banjir yang biasa menjadi langganan banjir,” ungkapnya.

Sekdes Arispun menambahkan, normalisasi bertujuan mengembalikan lebar sungai Ciberes menjadi normal. Dan kami mohon normalisasi sungai ini, diikuti penguatan tebing atau senderan, pembangunan tanggul, serta jalan inspeksi di sepanjang sisi sungai.

“Jadi, saya berharap selesainya normalisasi sungai Cisanggarung di lanjut dengan senderan sungai dan tanggul,” tandasnya.

Masih kata Aris, kami semua mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya, dengan adanya normalisasi sungai ini, memberikan kenyamanan, kesehatan dan kesejahteraan bagi ribuan warga di kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.

“Meski begitu Sekdes tetap menghimbau warga desanya tetap waspada dan siaga dengan cuaca dan iklim yang berubah ubah di tahun 2022,” imbuhnya.

Sedangkan menurut salah satu warga desa Uhan mengungkapkan, bila ada genangan karena hujan lebat maka genangan tersebut akan hilang setelah sejam padahal sebelumnya butuh tiga hari untuk kering.

“Alhamdulillah pelaksanaan normalisasi Sungai Ciberes yang dilakukan oleh Dinas PUTR Kabupaten Cirebon sudah merealisasikan normalisasi sungai Ciberes, sehingga rumah warga desa di dua desa tidak lagi terendam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen FKKC Ahmad Hudori yang juga Kuwu desa Cibogo, menyampaikan terima kasih kepada pemda kabupaten Cirebon melalui Dinas PUTR Kabupaten Cirebon dan instansi terkait lainnya, yang telah merealisasikan normalisasi sungai Ciberes.
“Alhamdulillah saya merasa lega, pasalnya dua desa yang sudah bertahun-tahun menjadi langganan banjir kini tidak lagi ada banjir. Karena sebelum adanya normalisasi, warga selalu dihantui kekhawatiran adanya ancaman banjir,” tandasnya.

Kini, kata Ahmad Hudori sungai Ciberes menjadi lebar dan bisa menampung air banjir kiriman dan limpasan, meski butuh proses panjang untuk normalisasi sungai untuk mengembalikan ke fungsi semula.

Namun, Sekjen FKKC Ahmad Hudori pun berharap ada kelanjutan dari normalisasi sungai tersebut dengan adanya senderan, tanggul atau bronjong, agar tanah yang telah di angkat ke atas sungai tidak balik lagi turun ke bawah. (Toto M Said)

Spread the love