Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Google




Google




Jawa Barat

Mantan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophana Diduga Main Titip Proyek PUPR Indramayu.

ToyaCirebonOnline.com

Indramayu – Kasus Carsa didakwa melakukan suap terhadap Bupati Indramayu Supendi, yang terjaring OTT KPK Oktober 2019 lalu. bergulir semakin memanas menyeret pejabat tinggi lainnya di kalangan Indramayu bahkan Anggota DPRD Jabar ikut terseret. Hal itu terjadi setelah mantan bupati Indramayu Irianto MS Safiudin alias Yance disebut-sebut menerima aliran dana dari terdakwa Carsa ES sebesar Rp 200 juta, kini istrinya yang mantan bupati Indramayu Hj Anna Sophana dikaitkan dalam sidang kasus pengaturan proyek di kabupaten Indramayu.

Kasus tersebut diungkapkan mantan Kepala Dinas PUPR Indramayu Didi Supriadi saat menjadi saksi dalam kasus korupsi pengaturan proyek di Indramayu dengan terdakwa Carsa ES.

“Hj. Anna Sophana berperan dalam menitipkan pengusaha untuk mendapatkan proyek dari PUPR Indramayu.” Ungkapnya.

Dalam Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/01/2020). Mengungkapkan, Bahwa seluruh proyek yang berada di Dinas PUPR Indramayu sudah tentukan (diplot) pemenangnya sebelum lelang berlangsung. “Rata-rata pengusaha pemenang lelang itu dari Bupati Indramayu, Ana Sophana Wakil Bupati Indramayu Supendi, Sekda Indramayu Rihanto Waluyo, anggota DPRD.” Ujarnya.

Didi dihadirkan kepersidangan oleh penuntut umum KPK bersama tujuh orang saksi lainnya. Sedangkan sidang tersebut dipimpin oleh I Gede Suwardita.
Dalam kesaksiannya Didi menyatakan menjadi Kadis PUPR pada tahun 2017-2018 saat bupatinya hj Anna Sophana dan wakil bupatinya Supendi.
Selain itu, pada keterangannya Didi menyebutkan, bahwa saat itu lelang proyek di Indramayu  terutama di Dinas PUPR sudah ditentukan pemenangnya.

“Jadi memang ada pengaturan lelang dan sudah ditetapkan pengusaha calon pemenangnya,” kata Didi Supriadi saat menjadi saksi.

Menurut dia, paket lelang dan paket penunjukan langsung sudah ada pemiliknya. “Saya mendapat laporan dari wempy Kabid pemeliharaan jalan PUPR Indramayu bahwa sudah ada calon pemenang proyeknya pada masing masing paket pekerjaan,” ujarnya.

Bahkan kata Didi, Termasuk terdakwa Carsa dalam satu tahun itu ada tiga proyek didapatnya selama setahun menjabat kadis PUPR. Didi juga mengaku mendapatkan uang suap sebesar Rp 200 juta termasuk dari terdakwa Carsa Rp 20 juta dipakai biaya operasi istrinya. “Saya tidak mendapatkan langsung dari pengusaha uang uang itu tapi melalui orang lain,” ujarnya.

Dalam sidang kasus yang sama Rabu pekan kemarin secara gamblang saksi Yahya yang juga supir terdakwa Carsa ES telah menitipkan uang untuk Yance melalui Yanto. Uang yang dititipkan tersebut sebanyak Rp 200 juta. Tentu saja KPK memandang uang yang dititipkan tersebut uang suap untuk memuluskan proyek-proyek yang dikerjakan Carsa.

Seperti diberitakan sebelum nya Carsa didakwa melakukan suap terhadap Bupati Indramayu Supendi. Mereka berdua terjaring OTT KPK Oktober 2019 lalu.

Ternyata dalam perkembangannya suap tersebut diberikan tidak hanya kepada bupati tetapi juga kepada anggota DPRD Jabar Abdul Rozak Muslim, kepada mantan bupati Yance, dan pejabat lainnnya.***

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat