Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Berita Cirebon Berita Nasional

Lagi, 5 desa Di Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Terendam Banjir.

CirebonOnline

Sebanyak 5 desa di kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu. Ketinggian air yang merendam permukiman bervariasi, di beberapa titik bahkan ada yang 1,20 meter.

Hujan deras yang terus mengguyur dalam sehari tersebut, telah menyebabkan sungai meluap dan menggenangi lima desa di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Warga pun meminta instansi terkait untuk mengatasi penyebab banjir agar tidak terulang.

Adapun empat desa itu, yakni Desa Mekarsari, Gunung Sari, Karang Sari Ciuyah, dan Ambit. Tercatat, 1.000 unit rumah warga di lima desa tersebut terendam dengan ketinggian yang bervariasi, antara 50 – 130 cm.

‘’Warga tidak mengungsi hanya menyelamatkan barang – barang berharga agar tidak tergenang banjir, tapi sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing,’’ ujar Kapolsek Waled Kompol Yunikson Sp. melalui Kanit Intel Aiptu Sudarto Pada Toya Cirebon Online, Senin,  (07/04/2019).

Kanit Intel Sudarto menyebutkan, dari jumlah rumah yang terendam itu, sebanyak 325 unit rumah terletak di Desa Mekarsari, 200 unit rumah di Desa Ciuyah, 200 unit rumah di Desa Gunung Sari 500 unit rumah, karang sari 60 unit rumah dan 50 unit rumah di Desa Ambit.

Sekdes Ciuyah Sutara menambahkan, sekitar 200 rumah tergenang banjir,  namun yang parah terendam di Desa Ciuyah sekitar 60 rumah terendam banjir lebih parah.‘’Kerugian akibat banjir di desa Ciuyah belum bisa di prediksi, berapa kerugian yang menimpa warganya,’’ jelas Sutara.

Pada saat yang sama, Kuwu Yoyo Sudharyo Desa Gunung Sari menuturkan, banjir terjadi pada hari Minggu (07/04/2019) sekitar pukul 20.00 WIB. Dan, puncak banjirnya pada pukul 23.00 sampai 24.00 WIB. Akhirnya air banjir mulai surut berangsur pada pukul 04.00 (08/04/2019) sekitar pukul 06.00 WIB.

Selain itu,  Kuwu Yoyopun memaparkan, banjir terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan sungai Ciberes meluap. Kondisi tersebut diperparah melalui saluran irigasi dan saluran air pembuangan. Bahkan kuwu Yoyo berharap adanya normalisasi sungai dan sodetan untuk mengantisipasi banjir di desa Kecamatan Waled.

“Sungai Ciberes harus dinormalisasi , agar  mampu menampung air dalam jumlah yang banyak dan saluran pembuangan serta irigasi tidak mengalami hambatan dalam saluran air, agar banjir tidak terulang lagi ’’ ungkapnya.  (Toto M Said) 

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat