Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Jawa Barat Kabupaten Cirebon

Kuwu Dedi Setiawan “Sungai Kaliluyu Harus Di Normalisasi Untuk Antisipasi Banjir Berkelanjutan”

ToyaCirebonOnline.com

Kab. Cirebon – Terkait survay yang dilakukan Muspika Mundu Camat H. Anwar Sadat M.S.i bersama MP. Ahmad Sukiman di lokasi pembuat pengrajin bata merah di bantaran sungai Kali lunyu di Desa Banjarwangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon (Red10/08/20). Atas dasar Surat dari PUPR/BBWS Kabupaten Cirebon dan  pengaduan salah satu warga Perum Labunta. Bahwa penyebab banjir ini, akibat adanya pengrajin bata di bantaran sungai kalilunyu yang harus di sterilisasi dari lokasi tersebut.

“Pengrajin bata merah ini, berlangsung sudah puluhan tahun dan kami sudah mensosialisasikan kepada mereka.  Kami menghimbau kepada pengrajin bata agar tidak mengeruk tanah bantaran sungai sebagai bahan baku pada saat membuat bata merah. Tandas Kuwu Dedi Setiawan kepada CirebonOnline. Selasa (11/08/2020).

Menurutnya, sungai Kalilunyu lebih potensial dan optimal dilakukan normalisasi sungai agar mengurangi banjir diwilayah. Karena pengendapan tanah di sungai yang menumpuk akhirnya aliran sungai bisa menjadi dangkal.

Lebih dari itu kata Kuwu Dedi Setiawan selaku ketua FKKC Kecamatan Mundu, kurang lebih 1 Km, sungai kalilunyu harus di normalisasi untuk mengeruk tanah dan bebatuan yang mengendap. Sebab dari endapan tersebut menyebabkan dangkalnya sungai kalilunyu yang mengakibatkan terjadinya banjir dikala musim penghujan. Jelas kuwu Dedi.

Hal senada juga dikatakan Ekbang Raji Desa Banjarwangunan, bahwa keberadaan pengrajin bata merah sudah berlangsun puluhan tahun, namun tidak mengganggu estetika dan menyumbat aliran air sungai yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayahnya.

Seharusnya, Kata Raji, sungai kalilunyu dilakukan normalisasi agar air sungai kiriman dari gunung saat musim hujan mengalir bisa menampung air lebih banyak dan berguna mengantisipasi banjir.

“Makanya diperlukan sinkronisasi dengan perangkat desa dan pengrajin bata merah serta PUPR Kabupaten Cirebon. Penertibkan bantaran sungai kaliluyu harus segera disosialisasikan dan mencari solusi, apa yang sebenarnya di butuhkan dari penanganan banjir di bantaran kali luyu ini. Apa penertiban bantaran sungai dari pengrajin bata apa normalisasi sungai,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Jahir salah satu warga Desa Banjarwangunan, persoalan bantaran sungai kalilunyu, adanya aliran sungai yang menggerus ke tanah lahan arah perumahan. Sebab seharusnya aliran air sungai tidak berbelok belok, tetapi anehnya jalannnya air kaliluyu berbelok – belok. Pada akhirnya banyak penggerusan tanah dan membuat tanah timbul di sekitar wilayah bantaran sungai yang longsor.

“Kami berharap instansi terkait yang memiliki kewenangan penuh, baik pemerintah pusat, Kabupaten Cirebon, BBWS maupun ke Kementerian PUPR, untuk segera melakukan normalisasi sungai Kalilunyu,” Harapnya.  (Toto M Said).

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat