Kegiatan Capacity Building 5 Aspek Persampahan

Cirebon Online

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kota Cirebon, – Kelembagaan, Peraturan, Finansial, Teknis Operasional, Partisipasi masyarakat dan aspek pengelolaan sampah organik Pilot Project Emission Reduction in Cities through Improved Waste Management (ERiC-DKTI) bekerjasama GIZ dengan Greeneration Foundation Kota Cirebon.

Memiliki tantangan pengelolaan sampah yang signifikan, berdasarkan data
dari GiZ report (2021) sampah rata-rata Kota Cirebon adalah 0,61 Kg/orang/hari.

Jika hal ini terus berlangsung tanpa pengurangan atau pengelolaan, kemungkinan besar TPA Kopi luhur tidak berumur panjang.

Oleh karena itu diperlukan peran dari setiap sektor, baik dari lembaga pengelolaan sampah, tenaga operasional yang kompeten dan berdaya saing sampai kepada masyarakat, sehingga dapat
meningkatkan partisipasi masyarakat secara aktif dan menyeluruh.

” Ini demi terciptanya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berjalan optimal yang dapat dilakukan secara sederhana dari sumber,” kata Hani.

Menurutnya berdasarkan latar masalah tersebut, diperlukan adanya pendampingan kepada pengelola sampah tingkat masyarakat dalam hal ini Bank
sampah, agar dapat berjalan optimal dan terus berkelanjutan dalam melakukan
pengurangan sampah yang terbuang ke TPA di lingkungan sekitar RW.

“Greeneration Foundation kerja sama dengan GiZ Jerman menjalankan proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu yang ramah iklim melalui Bank sampah sebagai solusi dari permasalahan sampah di Kota Cirebon,” ungkapnya.

Lanjut Hani, proyek percontohan dilakukan
di dua bank sampah, yaitu Bank Sampah Carangka Runtah (Kalijaga) dan Bank Sampah Amanah (Simaja Utara, Drajat).

Kedua bank sampah itu, memiliki infrastruktur yang terbatas dan tidak berfungsi secara optimal. Padahal tujuan utama dari proyek percontohan
pengelolaan sampah terpadu ramah iklim di Kota Cirebon.

” Melalui bank sampah dapat meningkatkan keberlanjutan teknis dan finansial dan percontohan yang
teridentifikasi untuk mengurangi sampah dari masyarakat ke TPA,” terangnya.

Sedangkan dalam proyek percontohan Greeneration Foundation mendampingi bank sampah dengan memfasilitasi kegiatan untuk menunjang peningkatan kapasitas pengurusnya.

Jadi, melalui Capacity Building yang bertema 5 Aspek Persampahan & Aspek pengelolaan sampah organik yang telah dilaksanakan pada 5 Oktober – 16 November 2023.

” Kami sebagai oengurus berharap dapat meningkatkan kapabilitas dalam mengelola bank sampah sehingga bank
sampah berjalan optimal,” jelas Hani.

Lebih lanjut ia memaparkan, rangkaian capacity building dilakukan dalam beberapa kegiatan, diawali dengan visioning keadaan eksisting bank sampah, kemudian feedback & teori dari pemateri.

Dan, di teruskan dengan workshop praktik langsung (terkait teknis operasional bank sampah dan partisipasi masyarakat) dan ditutup dengan action plan dari masing-masing bank sampah.

Capacity building dilakukan sebanyak 7, dengan jumlah peserta yang hadir 10-20 orang pengurus bank sampah dan stakeholder terkait.

Antusias dan semangat para pengurus yang luar biasa, membuat kegiatan pelatihan berlangsung baik. Setelah pelatihan, bank sampah di dampingi tim implementor kegiatan untuk mulai memperbaiki beberapa faktor pendukung
optimalisasi bank sampah.

Bahkan, tidak hanya pengurus bank sampah, selama kegiatan kami juga
mengundang beberapa stakeholder terkait antara lain Bappelitbangda Kota Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, serta perwakilan kelurahan masing-masing lokasi dan pengurus RW.

Sementara itu Wahyu Cahyadi Perwakilan DLH Kota Cirebon, dengan adanya kegiatan seperti ini sangat bagus untuk sarana pembelajaran bank sampah, tapi juga sebagai pembelajaran juga evaluasi bagi kami untuk kami tularkan ke bank sampah lainnya.

“Saya sebagai salah satu tim implementor dalam program ini merasa terbantu, rekan-rekan expert yang didatangkan dari Waste4change memberikan edukasi dan wawasan yang luar biasa dan memang dibutuhkan untuk optimalisasi bank sampah ini.

Hal senada di katakan Hanifah Istiqomah – Tim Implementor Greeneration Foundation menambahkan, setelah diberikan kegiatan pelatihan, kami tim implementor juga
mendampingi bank sampah lokasi percontohan serta kami lakukan monitoring. Dengan tujuan flow yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP dan pemahaman yang telah diberikan.

“ kita semua berharap ke dua lokasi bank sampah ini dapat menjadi pemantik untuk lahirnya bank sampah baru di Kota Cirebon,” pungkasnya. (Red/*)

Spread the love