Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Jawa Barat Kota cirebon

Kapolres Cirebon Kota Tidak Hadir “Jurnalis Kecewa”

ToyaCirebonOnline.com

Kota Cirebon – Solidaritas Jurnalis Anti Kekerasan (SAJAK) menggelar diskusi keterbukaan informasi dan kekerasan terhadap jurnalis di Gedung KONI Kota Cirebon. Acara tersebut di hadiri media cetak, televisi, elektronik dan Online.

Dilaksanakannya diskusi ini adalah salah satu rangkaian dari aksi solidaritas yang sebelumnya sudah dilakukan namun tidak digubris oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda. Dan, ketidak hadiran Kapolres Ciko dalam diskusi kali ini menambah rasa kecewa seluruh jurnalis yang tergabung dalam SAJAK. Tandas Faisal Nurathman kepada CirebonOnline.com. Kamis (15/10/2020).

Menurut Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya Faisal Nurathman, Absennya Kapolres Ciko dalam diskusi tersebut, mengaku tidak habis pikir dengan sikap Kapolres yang tidak juga hadir memenuhi surat undangan sebagai narasumber yang sudah diberikan.
Lanjut Faisal, Kenapa Kapolres Cirebon Kota tidak hadir. Ia menegaskan bahwa aksi ini tidak ada motif lain atau titipan dari pihak manapun.

“Surat undangan tersebut berisi AKBP Syamsul Huda sebagai narasumber bukan sebagai tamu. Namun narasumber tidak hadir untuk menjawab keluhan jurnalis. Dan, mengapa diwakilkan oleh Kasubag Humas Polres Cirebon Kota IPTU Ngatija,” Kata Faisal.

Sedangkan ketua IWO Moeslimin mengatakan, tujuan diskusi ini sebagai salah satu upaya tujuan untuk menyelesaikan masalah. Akan tetapi ternyata Kapolres Cirebon Kota tidak ingin menyelesaikannya. Sekarang, setiap jurnalis dapat menilai kinerja Kapolres selama delapan bulan menjabat, tidak ada keterbukaan informasi publik.

” Alhasil dari keputusan jurnalis. Kami akan lakukan aksi demo kembali dengan masa yang tergabung dalam aliansi sajak pada minggu depan. Dengan tuntutan yaitu MOu, yang berisi tidak adanya kekerasan pada jurnalis dan keterbukaan informasi terhadap publik diterapkan di Polres Cirebon Kota,” jelasnya.

Sedangkan ketua PWI Cirebon Moh. Noli Alamsyah melalui Toto M Said, menuntut direalisasikannya MOu Dewan Pers bersama Kapolri untuk diterapkan isi perjanjian tersebut di jajaran kepolisian di daerah, baik Kapolda, Polres dan Polsek.

” Pihaknya menekankan komitmen MOu tersebut, untuk bersama – sama menjunjung tinggi profesional kinerja Polri dan Jurnalis saat bertugas di lapangan. Jangan ada intimidasi apalagi kekerasan terhadap jurnalis.” ungkapnya.

Padahal kata Toto M Said, kebebasan pers sudah dituangkan dalam Undang Undang Dewan Pers No 40 tahun 2019. Ini payung hukum dan jaminan keamanan saat meliput tugas dari seorang jurnalis. “Kita berharap kedepan tidak ada lagi dari kawan kita saat meliput disuruh untuk menghapus video dengan nada ancaman lagi.” imbuhnya. (Toto M Said)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat