Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Kabupaten Cirebon

Ditengah Pandemi Covid 19, Kepsek SMPN 2 Pabedilan “Khawatirkan Kualitas Pendidikan SDM”

ToyaCirebonOnline.com

Kab. Cirebon, Pabedilan – Dalam menjaga mutu dan kualitas pendidikan ditengah Pandemi Covid-19, menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, hal ini dirasakan oleh Kepala SMPN 2 Pabedilan Kabupaten Cirebon.

Adanya virus corona (covid-19) di Indonesia khususnya di Kabupaten Cirebon, terutama wilayah Kecamatan Pabedilan yang termasuk zona merah. Berdampak kepada proses belajar mengajar antara guru pendidik dan peserta didik yang semula dilakukan melalui interaksi langsung atau dengan bertatap muka. Kini tidak lagi dapat dilakukan dan harus dibatasi bahkan ditiadakan sama sekali demi mencegah penyebaran virus, sehingga metode pembelajaran dengan menggunakan sistem daring. Kata Sony Apriyanto S.Pd M.MPd. Kamis (15/10/2020)

“Ini yang menjadi tantangan terbesar kami sebagai  pendidikan dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan mencetak generasi emas,”. Ungkapnya

Menurut Sony, protokol kesehatan yang mengharuskan setiap individu melakukan social dan physical distancing, akhirnya berdampak kepada proses dalam interaksi belajar – mengajar antara guru dan murid untuk tidak dilakukan dengan tatap muka.

Oleh sebab itu, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pun harus dijalankan dengan menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dengan memberikan Bahan Ajar Jarak Jauh (BAJJ) melalui daring. Hal ini yang membuat  pendidik maupun peserta didik tidak nyaman, karena selama ini melakukan KBM dengan interaksi langsung di ruang kelas.

” Pihaknya, mau tidak mau harus menyesuaikan diri dan menerima metode PJJ itu sebagai satu-satunya jalan dalam melaksanakan KBM sesuai instruksi, yang mengharuskan dilaksanakannya proses KBM melalui daring,” terangnya

Dalam konteks inilah kualitas dan mutu  pendidikan yang kita risaukan, pasalnya tidak semua keluarga peserta didik memiliki fasilitas dan perangkat yang sama dalam menunjang kegiatan PJJ yang diterapkan pihak sekolah. Terlebih di perparah dengan kondisi Pandemi Covid 19, banyak keluarga mengalami  kesulitan ekonomi.

“Kami merasa khawatir, akan menurunnya minat peserta didik dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru pembimbing melalui metode pemberian BAJJ,” ujarnya.

Lebih dari itu, Sony pun harus ikut turun tangan mencari solusi dan mengantisipasi potensi persoalan tersebut. Sebab, bukan saja sekadar menetapkan belajar dengan proses pembelajaran jarak jauh yang selama ini telah diterapkan di SMPN 2 Pabedilan.
Melainkan peran dari guru pembimbing maupun Orang tua murid harus ikut proaktif dan diharapkan dapat memantau kegiatan anak anak yang merupakan peserta didik di SMPN 2 Pabedilan,  dalam mengerjakan tugas yang harus dikerjakan di rumah setiap harinya. Supaya anak – anak memiliki rasa tanggung jawab sebagai pelajar.

Diapun berharap, semoga dalam waktu  14 hari kedepan kondisi sudah membaik dan masuk ke dalam zona hijau. Agar pihak sekolah sudah menyiapkan agenda pembelajaran langsung dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan dimasa Pandemi Covid 19 ini. (Toto M Said).

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat