Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Jawa Barat Kabupaten Cirebon

Desa Pamengkang Gelar Musdesus Penetapan BLT Dana Desa

ToyaCirebonOnline.com

Kab. Cirebon – Dana Desa diperbantukan untuk memberikan BLT kepada masyarakat miskin atau ekonomi lemah dari dampak pandemi COVID-19. Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kab. Cirebon menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana desa untuk warga disalurkan pada April hingga Juni 2020.

“Masing-masing 1.819 KK akan mendapatkan Rp 80.000 ribu selama tiga bulan yaitu April, Mei dan Juni. Ini hasil penetapan BLT Musdesus yang menguras energi dan sosialisasi dari tingkat RT dan RW¬†untuk mensinkronkan data yang akurat serta yang berhak menerima bantuan BLT dari Dana Desa. Kegiatan tersebut dihadiri Muspika, Pemdes, BPD, babinsa dan Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat.” Jelas Kuwu Kosasih Desa Pamengkang. Senin (04/05/2020).

Menurut kuwu Kosasih yang akrab di panggil Kuwu Ujang, bahwa Dana Desa diperbantukan untuk memberikan BLT kepada masyarakat miskin akibat dampak perekonomian pandemi COVID-19. Dan dari hasil Musdesus yang berlangsung dari pukul 21.00 – 23.00 WIB. alhamdulillah semua sepakat untuk di bagi rata dengan rincian 1.819 per KK mendapat Rp 80.000,-

“Kami berharap adanya Dana desa yang dialihkan untuk BLT bagi warga desa Pamengkang ini, dapat membantu meringankan beban terdampak perekonomian COVID-19.” ungkapnya

Ia mengatakan sebisa mungkin BLT  dari Dana Desa diberikan kepada warga Desa Pamengkang sebagai penerima secara tunai dan yang penting sampai ke penerima BLT dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” Tandas Kuwu Kosasih.

Sementara itu Camat Mundu Anwar Sadat menjelaskan, BLT dana desa diberikan kepada warga kurang mampu di desa yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan kartu pra kerja.

Alokasi pemberian BLT dibagi dalam tiga tingkatan dengan merujuk pada besaran dana desa. Desa yang memiliki anggaran kurang dari Rp800 juta, BLT dialokasikan sebesar 25 persen.

Kemudian desa yang memiliki anggaran Rp 800 juta hingga Rp1,2 miliar mengalokasikan BLT sebesar 30 persen. Terakhir, desa dengan anggaran di atas Rp1,2 miliar BLT yang dialokasikan 35 persen.

Untuk itu, kata Camat Anwar, dia menyarankan agar segera merevisi APDes dengan merujuk pada Permendagri nomor 69 tahun 2018. Sebab, dana desa akan fokus ke tiga hal yaitu penanganan COVID-19, Program Padat Karya Tunai Desa dan BLT.

“Jika revisi segera dicairkan untuk diberikan ke warga yang mendapat BLT dana Desa. Dan, dilanjutkan sesuai tiga fokus yaitu  penanganan COVID-19, Program Padat Karya Tunai Desa dan BLT,” Pungkasnya. (Toto M Said)

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat