Cirebon Online

Berita Cirebon Terkini

Feed



Google




Feed



Google




Kabupaten Cirebon

Aris Kuswantoro Menegaskan “Tidak Ada Pungutan Pendistribusian Beras bagi KPM-PKH”

ToyaCirebonOnline.com

Kab. Cirebon, Pangenan – Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Cirebon Aris Kuswantoro, dirinya menegaskan tidak ada bentuk pungutan dalam penyaluran Beras medium dari Kementrian Sosial, bagi masyarakat penerima PKH dikabupaten Cirebon, saat monitoring pendistribusian beras di Kecamatan Pangenan. Sabtu ( 03/10/2020),

Menurutnya bantuan sosial berupa beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, Secara aturan normatif dan peraturan yang ada itu tidak boleh dibebani biaya lagi kepada KPM saat pendistribusian.

Suatu permasalahan teknis saat pendistribusian itu hanya sampai tingkat Desa, atau ditempat yang di tetapkan,  sehingga KPM-PKH mengambil sendiri, dan ketika ketua kelompok ada sedikit biaya dikarenakan lokasi pengambilan  bansos, dikarenakan jaraknya terlalu jauh, itu kearifan lokal dengan bermusyawarah dengan kelompoknya, dan   kami sebagai pendamping PKH tidak masuk sampai sejauh itu.

“Program ini harusnya tidak ada biaya yang lain kalau memang ada angka yang muncul itu berarti tidak dibenarkan,” ujar Aris kepada Cirebon Online.com.

Di setiap desa itu ada namanya pendamping, dan setiap pendamping itu ada ketua kelompok yang membawahi 20 sampai 30 KPM PKH, Kami tegaskan kepada kordinator, teman-teman pendamping desa untuk tidak membebani biaya kepada KPM, dan kami hanya memberikan pemahaman bahwa hal-hal yang seperti itu tidak diperbolehkan secara aturan, dalam hal ini pihaknya hanya memberikan  peringatan dan sangsi kepada ketua kelompok bahkan akan dilakukan rotasi bagi ketua kelompok yang terbukti membebankan biaya.

“Kalau untuk di cabut dari KPM PKH, mungkin tidak karena mereka itu masih terdaftar  sebagai penerima aktif, sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), bukan  kewenangan kami atau ketua kelompok yang ada di desa,” imbuhnya

Kami ada program Graduasi Mandiri PKH, ketika  aktif sebagai KPM-PKH  tiga atau lima tahun ternyata secara ekonomi mampu, kita itu  menyarankan kepada mereka supaya mau mengundurkan diri, yaitu keluar dari kepesertaan atas keinginan sendiri nah teman-teman pendamping ini punya target 10% tiap tahunnya.

Dirinya berharap supaya mereka itu yang sudah mampu secara ekonomi atau sudah tidak memiliki komponen komponen PKH, untuk mengundurkan diri keluar secara sularela, sehingga akan ada KPM baru  yang tidak mampu yang akan masuk programnya, bagi peserta baru harus terdata di dalam DTKS, dan sesuai rujukan dari Puskesos yang ada di desa.

Lanjut Aris, di Kabupaten Cirebon sendiri jumlah KPM-PKH aktif sekarang berjumlah 102 ribu, sementara di bulan Juli mencapai 120 ribu KPM, artinya sebanyak 8 ribu KPM-PKH secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaannya, ini berkat kerja keras teman-teman pendamping PKH dengan memberikan pemahaman kepada KPM.

Dirinya berharap agar teman-teman pendamping PKH yang ada di desa sering sering berkoordinasi, kita ini menangani masalah sosial, sehingga diperlukan juga komunikasi baik dengan kuwu, tokoh masyarakat, dan semua pihak agar program ini dapat berkesinambungan dan tetap kondusif.

Sementara menurut Kordinator Kecamatan Pangenan Heri Haryanto total penerima bantuan beras untuk Kecamatan pangenan sendiri 2.254 KPM, yang tersebar di 9 desa, setiap KPM mendapatkan beras medium 15 kilo dan  penyaluran yang sekarang ini, setiap KPM mendapatkan dua karung total 30 kilo, dan akan diberikan selama tiga bulan,

Disinggung ada pembiayaan yang dibebankan kepada KPM, dengan nominal uang, pihaknya mengaku bukan kewenangan kami, dan kami sebagai pendamping tidak mengetahui, dikarenakan yang mengambil beras ke sini (red, Kecamatan Pangenan) biasanya ketua kelompok. kami hanya memberitahu ada beras di kecamatan, pasalnya tidak semua beras dikirim ke  Desa.

“Kami tekankan kepada pendamping desa untuk tidak ada biaya untuk transportasi atau bongkar muat, dan itu sudah  kami sampaikan, secara  aturan pun tidak  diperbolehkan,” pungkasnya. (Toto M Said).

Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Open chat